Oktober 06, 2011

Teknik Memotivasi

Dalam kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan bagaimana dan apa saja Teknik-teknik memotivasi. Tapi, sebelum kita mengetahui teknik-teknik dalam memotivasi sebaiknya kita mengerti apa sih definisi dari motivasi.
Motivasi adalah sesuatu yang menggerak dan mengarahkan seseorang dalam tindakan-tindakannya baik secara negatif maupun positif yang bertujuan untuk mencapai dan mendapat sesuatu yang diinginkannya.
Mungkin anda pernah melakukannya? Ya, tentu saja anda pernah.
Memotivasi diri sendiri adalah hal yang umum bagi setiap insan manusia. Terutama bagi kita yang usianya masih dibilang muda.
Contoh yang paling sering terjadi adalah saat kita memotivasi diri kita sendiri untuk menjadi yang terbaik dalam hal akademik maupun non akademik. Saat kita ingin menjadi juara kelas, pasti kita akan belajar dengan keras. Saat kita ingin menjadi pemain musik, pasti kita akan terus berlatih dengan giat. Nah, yang kita lakukan saat itu adalah suatu teknik motivasi. Setiap individu pasti memiliki teknik-teknik motivasi yang beragam.
Saya juga akan menjelaskan beberapa macam teknik memotivasi yang lain, di antaranya :
1. Lingkungan Sekitar
 Lingkungan yang dimaksud dalam hal ini adalah teman, dan keluarga.
Mengapa teman? pasti anda bertanya demikian. Ya, tentu saja teman bisa membuat anda termotivasi. Siapa yang tidak memiliki teman? tentu saja kita semua memiliki teman. Biasanya teman memotivasi kita secara tidak sadar. Seperti contoh, saat kita akan bersaing dengan teman untuk memenangi lomba lari. Kita pasti akan termotivasi untuk lari lebih cepat dari teman kita.
Keluarga? Siapa sih yang tidak ingin melihat keluarga bahagia?? Kita pasti ingin melihat keluarga kita bahagia. Keluarga adalah suatu cambuk bagi kita untuk berbuat yang lebih baik bagi diri kita maupun orang lain. Contoh yang umum adalah Kita termotivasi untuk Lulus cepat dan baik agar orangtua kita bisa bangga karena telah menyekolahkan kita sampai saat ini.
2. Jangan Takut akan kegagalan
Kegagalan adalah hal yang wajar bagi kita manusia. Karena kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tidak sempurna. Intinya adalah kita jangan terlalu larut dalam kegagalan yang kita lakukan di masa lampau. Jadikan kegagalan masa lampau sebagai pecutan agar kita bisa berbuat lebih baik di masa mendatang.
3.  Self Pride

 Motivasi berasal dari bangga diri. Kita bisa memotivasi diri kita sendiri agar bisa menjadi lebih baik. Teknik ini sangat simple, efektif dan sering dipakai.

Sekian hal yang bisa saya sampaikan, jika ada salah kata dalam penulisan yang tidak berkenan mohon dimaafkan. Saya menerima kritik dan saran dari anda sekalian. Terima Kasih!!
Salam damai !! Peace !!

September 27, 2011

Budi Wiranata S/10410110021/P1

Data Link Layer 
Lapisan data-link (data link layer) adalah lapisan kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik.
Lapisan ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow control, koreksi kesalahan dan pentransmisian ulang terhadap frame yang dianggap gagal. MAC address juga diimplementasikan di dalam lapisan ini. Selain itu, beberapa perangkat seperti Network Interface Card (NIC), switch layer 2 serta bridge jaringan juga beroperasi di sini.

Tugas Link Layer
  • Tugas dari protokol link layer adalah memindahkan datagram dari satu node ke node berikutnya melalui individual link dalam bentuk frame.
  • Disebut individual link karena, link antara node-node tersebut mungkin menggunakan protokol yang berbeda-beda. Misalnya, link pertama adalah ethernet, link berikutnya frame relay dan link terakhir PPP
 Layanan Link Layer
  • Framing. Membungkus (encapsulate) datagram ke dalam bentuk frame sebelum transmisi.
  • Link Access. Protokol2 Media Access Control (MAC) mengatur bagaimana sebuah frame di transmisikan ke dalam link. Misalnya, point-to-point atau broadcast.
  • Reliable Delivery. Protokol link layer menjamin agar pengiriman datagram melalui link terjadi tanpa error.
  • Flow Control. Karena setiap node memiliki keterbatasan buffer (memory), maka link layer menjamin agar pengiriman frame tidak lebih cepat dari pada pemrosesan frame pada sisi penerima.
  • Error Detection. Kesalahan bit dapat terjadi akibat atenuasi (pelemahan) sinyal atau noise (gangguan) di dalam link. Link layer melakukan deteksi kesalahan, tetapi tidak meminta pengiriman kembali frame yang salah tersebut. Frame yang salah akan dibuang
  • Error correction. Selain melakukan deteksi kesalahan, link layer juga dapat melakukan koreksi terhadap bit yang salah. Tidak semua protokol link layer mampu memberikan layanan ini, tergantung protokol yang digunakan.
Contentionless (scheduling)
 Cara pengaksesan dimana waktu pengiriman setiap user telah dijadwalkan sebelumnya untuk menghindari terjadinya tubrukan paket data apabila beberapa user mengakses suatu kanal pada saat yang sama.
  • Cara Penjadwalan Contentionless
    • Fixed Assignment scheduling,
      • Protokol ini mengalokasikan suatu bagian yang sifatnya tetap kepada setiap user. Bagian yang tetap ini dapat berupa time slot (TDMA) atau frekuensi (FDMA).
      • Kelemahan sistem ini terletak pada in-efiesiensi jaringan, karena time slot atau frekuensi yang telah dialokasikan untuk user tertentu tidak dapat digunakan oleh user lain walaupun time slot atau frekuensi tersebut tidak digunakan.
      • Demand Scheduling
        • Protokol ini mengalokasikan jaringan kepada setiap user yang memiliki paket data yang hendak dikirimkan.
        • Demand scheduling terbagi atas token passing yang menggunakan topologi ring atau bus dan roll-call poling yang menggunakan topologi star.
  Contention
  • Waktu pengiriman dipilih secara acak
  • Tidak dilakukan penjadwalan pada transmisi paket, sehingga setiap user memiliki kebebasan untuk mengirim paket data kapan saja.
 Cara Transmisi Contention Untuk menghindari terjadinya tabrakan antar paket data dilakukan dengan :
  • Repeated random access protocol
    • Protokol ini dilakukan dengan metode ALOHA, slotted ALOHA, dan CSMA (carrier sense multiple access).
Metode CSMA merupakan teknologi yang sesuai untuk aplikasi wireless LAN, karena pada metode ini jaringan tidak perlu mengetahui jumlah node yang aktif, sehingga tidak diperlukan rekonfigurasi protokol apabila terjadi perubahan pada node. Node mengirim data setelah terlebih dahulu melihat apakah ada node lain yang sedang mengirim data. Jika ada, maka node tersebut menunggu sampai node lain selesai mengirimkan datanya. Apabila terjadi tubrukan data yang merusak paket, seluruh node akan mengetahui dan pengiriman data akan diulang.
Random access with reservation 
Pada protokol ini, user yang berhasil mengirim paket data ke penerima, akan memperoleh alokasi kanal yang disebut reservasi, untuk pengiriman paket data selanjutnya. Apabila user tersebut telah selesai mengirim paket datanya, maka user akan menghentikan reservasi agar kanal dapat digunakan oleh user lain.

Ethernet
Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD.
Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah
10 Mbps (Ethernet)
                           @      10Base5 (thicknet)
                           @     10Base2 (cheapernet atau thinnet)
100 Mbps (Fast Ethernet)
                          @      100BaseT (Fast Ethernet)
1Gbps (Gigabit Ethernet)
                         @      100Base-FX dan 100Base-SX
Distandarkan oleh IEEE sejak 1978 dengan nama IEEE 802.3.


September 13, 2011

Hello !!

Hello!!
Sori Blog ini masih jelek karena saya masih pemula..